SIARAN PERS MIGRANT CARE

March 4, 2009

SIARAN PERS MIGRANT CARE
(Perhimpunan Indonesia untuk Buruh Migran Berdaulat)

SUARA BURUH MIGRAN INDONESIA DIKHIANATI OLEH 9 ANGGOTA DPR-RI 2004-2009

DARI DAERAH PEMILIHAN DKI JAKARTA II

Berdasarkan hasil sidang Mahkamah Konstitusi 18 Juni 2004, maka Komisi Pemilihan Umum RI menetapkan 9 anggota DPR terpilih dari Daerah Pemilihan DKI Jakarta II, yang cakupan wilayahnya terdiri atas Jakarta Pusat, Jakarta Selatan dan Luar Negeri. Nama-nama yang terpilih tersebut adalah:

1. Drs. H. Fahmi Idris (Partai Golkar, terpilih sebagai Menakertrans dan Menteri Perindustrian) dan kemudian digantikan Dra. Watty Amir yang berada di Komisi VII
2. H. Roy BB Janis, SH (PDIP, kemudian mengundurkan diri dan bergabung ke PDP) dan dikemudian digantikan Sabam Sirait yang berada di Komisi I
3. Hj Chudlory Syafei Hadzami (PPP) yang berada di Komisi I
4. H Husein Abdul Aziz (Partai Demokrat) yang berada di Komisi V
5. Indria Octavia Muaja (Partai Demokrat) yang berada di Komisi IV
6. Dr.M. Hidayat Nur Wahid, MA (PKS) yang menjadi Ketua MPR
7. Dra. Hj. Aaan Rohanah, M.Ag yang berada di Komisi X
8. Constant M. Ponggawa, SH (PDS) yang berada di Komisi I
9. Ir. Afni Ahmad (PAN) yang berada di Komisi V

Berdasar politik konstituensi, sudah seharusnya nama-nama yang terpilih mewakili Daerah Pemilihan DKI Jakarta II yang mencakup wilayah luar negeri juga mengartikulasi kepentingan buruh migran sebagai pemilih di daerah pemilihan ini. Namun apakah artikulasi tersebut terwujud?

Berdasarkan tracking yang dilakukan oleh Migrant CARE sepanjang periode 2004-2009 ini, tidak ada satu tindakan politikpun yang dilakukan 9 anggota DPR-RI yang suaranya dipilih dari buruh migran berkontribusi positif terhadap perlindungan buruh migran Indonesia.

Yang paling nyata dan kasat mata adalah tidak ada satupun anggota DPR-RI yang terpilih dari suara buruh migran menjadi anggota Komisi IX yang membidangi masalah perburuhan.

Di komisi I yang membidangi masalah luar negeri, 3 anggota yang terpilih dari suara buruh migran juga tak bersuara sama sekali kasus Nirmala Bonat (2004), deportasi massal Malaysia (2005), eskalasi hukuman mati buruh migran (2006), kasus Ceriyati dan penganiayaan keji 4 buruh migran Indonesia di Saudi Arabia (2007), hukuman mati terhadap Yanti Iriyanti (2008) dan kasus Umi Saodah.

Di Komisi IV yang salah satu area kerjanya adalah bidang kelautan, tidak ada concern dari 1 anggota DPR RI yang dipilih dari suara buruh migran mengenai nasib pelaut Indonesia yang sering menghadapi masalah di luar negeri.

Di Komisi V dimana masalah perhubungan menjadi salah satu area kerjanya, juga tidak ada inisiatif yang signifikan dari 2 anggota DPR yang dipilih dari suara buruh migran, padahal persoalan buruknya pengelolaan angkutan TKI dan terminal pemulangan TKI adalah masalah yang paling banyak dikeluhkan.

Di Komisi X, dimana maslah pendidikan dan pariwisata menjadi concernnya, terdapat 1 anggota DPR yang terpilih dari suara buruh migran. Namun demikian hingga saat ini tidak ada suaranya tentang kebobrokan sistem pendidikan terhadap calon buruh migran dan tak ada perhatian terhadap masalah perdagangan perempuan yang mengatasnamakan pengiriman duta budaya melalui jasa pengiriman entertainment (impresariat).

Selain itu, ada 1 anggota DPR yang dipilih dari suara buruh migran berada di Komisi VII yang membidangi masalah energi, teknologi dan lingkungan hidup. Keberadaannya di Komisi ini semakin memperlihatkan ketidakpeduliannya pada masalah buruh migran Indonesia yang seharusnya diartikulasikannya.

Dari suara buruh migran Indonesia, bahkan muncul anggota DPR yang menjadi Ketua MPR RI, namun dalam posisinya sebagai salah satu pejabat tinggi negara tidak pernah memaksimalkan posisi politiknya untuk diplomasi politik perlindungan buruh migran Indonesia.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa seluruh anggota DPR RI yang dipilih dari suara buruh migran Indonesia tidak ada yang memenuhi kewajibannya mengartikulasikan kepentingan politik pemilihnya. Anggota DPR RI yang dipilih dari suara buruh migran Indonesia telah mengkhianati amanat buruh migran Indonesia.

Jakarta, 3 Maret 2009

Advertisements

Partai yang Sudah Dikirimkan Pertanyaan

March 4, 2009

Terhitung ret 2009, partai-partai yang sudah kita kirimkan pertanyaan di bawah adalah sebagai berikut:

PD (sdr Nurcahyo)

PKS (sdr Fitra)

HANURA

GERINDRA

PAN

PPPI

Partai BARNAS

GOLKAR (5 Maret – Egy Massadia, via facebook)

Hasil sementara:

PARTAI BARNAS emailnya tidak dapat dihubungi. Bukti:

———- Forwarded message ———-
From: Mail Delivery Subsystem <mailer-daemon@googlemail.com>
Date: Tue, Mar 3, 2009 at 4:29 PM
Subject: Delivery Status Notification (Failure)
To: xxx@gmail.com

This is an automatically generated Delivery Status Notification

Delivery to the following recipient failed permanently:

info@partaibarnas.org

Technical details of permanent failure:
Google tried to deliver your message, but it was rejected by the recipient domain. We recommend contacting the other email provider for further information about the cause of this error. The error that the other server returned was: 550 550 Mailbox quota exceeded (state 14).

Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia juga tidak dapat dihubungi. Bukti:

———- Forwarded message ———-
From: Mail Delivery Subsystem <mailer-daemon@googlemail.com>
Date: Tue, Mar 3, 2009 at 4:18 PM
Subject: Delivery Status Notification (Failure)
To: xxx@gmail.com

This is an automatically generated Delivery Status Notification

Delivery to the following recipient failed permanently:

info@partai-ppi.com

Technical details of permanent failure:
Google tried to deliver your message, but it was rejected by the recipient domain. We recommend contacting the other email provider for further information about the cause of this error. The error that the other server returned was: 550 550 No Such User Here (state 14).

Yang belum dihubungi:

PDI-P: memiliki website tapi tidak memiliki kontak yang dapat dihubingi, bahkan tidak memiliki fitur ‘Kontak kami’. Seakan-akan informasi yang ingin disampaikan hanya satu arah.

dan lainnya.

Alasan: informasi alamat email tidak dapat ditemukan. Nyari email aja susah, gimana mau wakilin rakyat yang merantau ribuan kilometer ya?

Dafter Calon Legislatif Luar Negeri (Caleg LN)

March 3, 2009

Dear perantau, daftar caleg yang akan mewakili kita bisa didownload dari link ini:

http://www.ppln-frankfurt.de/images/pdf/daftar_caleg_dki2.pdf

 

caranya:

1. right click

2. save target as.

Siapa tahu kalian ada yang kenal dengan calegnya dan bisa tanay-tanya, visi apa yang mereka miliki untuk kita.

Pertanyaan Untuk Para Caleg LN

March 2, 2009

Dear all, dalam kurang dari 40 hari, semua WNI akan ikut dalam PEMILU. WNI perantau (TKI/TKW) akan memilih caleg yang akan mewakili kita di luar negeri.

Kita sudah mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan di bawah untuk diajukan pada caleg luar negeri. Berikut adalah daftar pertanyaan:

Saat ini terdapat 6 juta WNI yang bekerja di luar negeri (2.7% populasi Indonesia). 90-95% dari 6 juta ini adalah tenaga kerja kerah biru + pekerja rumah tangga (PRT). 6 juta WNI perantau ini dalam tahun 2008 menyumbang Rp 6 trilyun (USD 6 Milyar) yang mana adalah 11.7% devisa negara saat ini (data dari BNP2TKI). Korelasinya adalah: 2.7% populasi ini menyumbang devisa sebesar 11.7%. Tidak dapat dipungkiri bahwa WNI perantau memegang peranan penting dalam ekonomi negara. Namun kami masih memiliki banyak isu-isu seperti di bawah. Mohon berikan jawaban anda, mewakili partai anda dengan jelas dan kongkret.

1. Isu TKW yang disiksa di luar negeri & Perlindungan TKI di Luar Negeri

Selama ini di Saudi Arabia sudah ada Komisi perlindungan TKW tapi penyiksaan masih tetap ada. Banyak TKW yang diperkosa. Juga disiksa sampai ke tahap gigi mereka dicabut atau anggota badan mereka disetrika. Komisi perlindungan TKI sudah ada di Saudi Arabia, tapi lebih ke perlinduangan setelah korban terjadi, bukan komisi yang bekerja untuk menghindari insinden ini terjadi.

Question: Apa langkah kongkrit yang akan anda lakukan untuk mengurangi tingkat penyiksaan terhadap TKW/TKI di luar negeri.

2. Isu Kualitas TKW yang akan dikirim ke luar negeri

Selama ini Indonesia masih menduduki peringkat terbawah dari tingkat gaji, dibanding Filipina dan bahkan Sri Lanka. Alasan mereka adalah karena TKW Indonesia buta teknologi sehingga sering merusak barang-barang elektronik. TKI Indonesia buta bahasa Inggris sehingga sering salah komunikasi.

Question: Apa langkah kongkrit caleg untuk mendorong pemerintah meningkatkan kualitas TKI yang akan dikirim. Contohnya: apakah anda akan memperjuangkan membuat sebuah badan pendidikan tepat guna untuk mendidik semua TKI? Apakah badan ini menjadi satu-satunya badan yang meluluskan TKI.

3. Isu Perlindungan TKW di Bandara

Setelah berganti 5 presiden, di bandara sudah ada spanduk ‘selamat datang para pahlawani devisa’ namun satu-satunya penghargaan yang terasa hanya spanduk itru. TKW masih tetap diperas oleh berbagai oknum setiba di bandara. Beberapa TKW disiksa oleh majikannya di negara tempat dia kerja, dan setibanya di kampung halamnan, masih diperas.

Question: Apa langkah kongkret dan langkah hukum yang anda akan tempuh sebagai caleg kita, untuk menghilangkan praktek ini? karena cukup menyedihkan.

4. Isu Penindasan/Diskriminasi TKI di Luar Negeri

Selama ini di Malaysia, cukup sering bahwa dalam sebuah berita kriminal, ada oknum kejahatan yang berkebangsaan Indonesia. Bisa jadi buruh yang membunuh majikannya, buruh yang mencuri perhiasan majikan, dll. Namuin di beberapa kasus juga ada majikan-majikan yang menolak untuk mengupah sesuai janji, dan ini yang memicu amarah buruh dan akhirnya menimbulkan kriminalitas yang membawa nama Indonesia.

Question: Apa langkah kongkrit yang akan anda lakukan untuk mengurangi tingkat penindasan terhadap TKW/TKI di luar negeri.

Singkatnya, banyak dari kami yang di luar negeri kerja dibayar murah, kerja disiksa dan pulang diperas. Sebagai caleg LN, apa program kerja anda untuk membantu kondisi ini?
Pertanyaan ini tidak bermaksud menyudutkan mas/mbak. Pertanyaan ini kami ajukan untuk mencari tahu partai mana yang memiliki visi yang mampu mengakomodir kebutuhan-kebutuhan kami. Sebagai perbandingan, populasi perantau 6 juta yang tersebar ini, sama dengan populasi kota Bandung. Menjadi wakil WNI TKI tidak ubahnya menjadi wakil dari penduduk kota Bandung. Sekali lagi, jawaban dari masing-masing partai akan kami upload di blog ini: https://apakatacalegln.wordpress.com

Hello world!

March 2, 2009

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!